Info Dan Tips Kesehatan, Pendidikan, Sosial, Alam Dan Ragam Lainnya

Thursday, May 15, 2014

Bahaya Memukul Anak - Anak

Indra Lesmana Saputra

Ada Alasan Mengapa Orang tua Di larang memukul Anak - Anak

Mengapa Bahaya Memukul Anak

Dari Survei Yang telah di lakukan Australia sekitar 69% Orang tua masih menggunakan cara kekerasan dalam mendidik atau mendisiplinkan anak – anaknya nya dengan cara memukul. Menurut para Dokter, kebiasaan ini harus segera di hilangkan sebab hal - hal inilah yang akan mempengaruhi masalah prilaku dan kepribadian anak itu sendiri.

Mengapa orang tau di larang memukul anak ? Perdebatan ini sering terjadi, tentang apakah hukuman Fisik merupakan bentuk aman dan efektif untuk mendidik atau mendisiplinkan anak ? Dan kini Telah membuahkan hasil. Para dokter dari divisi pediatrik royal australasian collenge of physicians ( RACP ) Mengeluarkan Pernyataan bahwa tindakan kekerasan fisik harus di buat sebagai tindakan yang bersifat Ilegal.

Selain Menggunakan tangan kosong, tak jarang juga orang tua mengguanakan alat seperti kayu, sabuk atau semacam benda keras lainnya untuk memukul anak. Menurut royal australasian collenge of physicians ( RACP ) Memukul berarti menggunakan fisik untuk mengontrol Prilaku anak.

Mereka berpendapat, bahwa tindakan Tindakan kekerasan terhadap anak  merupakan tindakan yang sangat ketinggalan zaman. Ini berarti Hak Asasi Anak sebagai manusia telah di langgar dan akan menjadi satu - satunya kelompok yang tidak di lindungi dari kekerasan fisik dalam undang – undang saat ini. Hal ini berarti para orang tua harus menggunakan metode lain yang efektif dalam mendidik atau mendisiplinkan anaknya tanpa harus melakukan tindakan kekerasan.

Prof Susan Moloney, Presiden Paediatrics and Child Health Division RACP dan Profesor di Griffith University, Mengatakan “ hukuman fisik yang berlanjut menjadi kekerasan pada anak akan membuat mereka mengalami masalah prilaku dan mental dalam jangka panjang”.

“ Tidak ada batasan aman berapa kali atau seberapa keras pukulan boleh di lakukan. Apa yang di sebut salah pada satu orang tua mungkin sedikit berbeda dengan definisi orang tua lain. Intinya anak - anak tidak boleh tunduk pada hukuman fisik,” kata Prof Susan, seperti yang di lansirkan pada laman ABC Health, senin ( 21 / 10 ) 
Studi Ini menunjukan kekerasan terhadap anak memiliki berbagai kosekuensi dalam hal kesehatan maupun sosial anak. Kekerasan juga bukan bentuk disiplin yang baik dan efektif dalam mendidik anak. 

Berikut Kemungkinan – Kemungkinan yang akan terjadi jika melakukan tindakan Kekerasan dalam mendidik anak:
  • Pengalaman Hukuman fisik di masa kanak - kanak di kaitkan dengan depresi, gangguan kecemasan, penyalahgunaan zat, dan gangguan kepribadian di kemudian hari.
  • Pengalaman hukuman fisik pada anak di kaitkan dengan insiden yang lebih tinggi dari kondisi kesehatan di masa dewasa, termasuk penyakit jantung, obesitas dan arthiritis.
  • Anak-anak yang sering di pukul pada usia 3 tahun lebih mungkin menjadi agresif pada usia 5 tahun
  • Hukuman fisik mengajarkan anak – anak lebih menghindari prilaku buruk di depan orang tuanya ketimbang menghentikan prilaku buruk tersebut sepenuhnya.
  • Tidak ada bukti bahwa hukuman fisik meningkatkan perkembangan dan kesehatan anak.

Psikolog anak dan pendidikan, AndrewGreenfield, Medevinisikan bahwa memukul hanya memberi tahu anak - anak bahwa memukul orang lain tidak akan menjadi masalah. Saat itu juga anak-anak belajar bahwa kekerasan fisik adalah cara memecahkan masalah.

Ini mungkin dapat menguntungkan jangka pendek bagi orang tua, tetapi itu semua tidak akan mengajarkan anak - anak mereka apapun.